"Pulang" Dari Penghianatan



PULANG – TERE LIYE
            Membaca novel Tere Liye memang sangat menantang. Karya-karya beliau bukanlah karya sembarang. Banyak pelajaran yang bisa didapat dalamnya. Begitupun dengan novel terbarunya yang terbit berdekatan dengan novel “Bulan”,  dengan tajuk “Pulang”. Ya novel ini sama-sama diterbitkan di tahun 2015, dengan rentang bulan yang amat dekat.
            Peresensi baru mendapatkan novel ini pada awal bulan februari 2016. Dengan cover yang menawan, perensensi membuka novel. Waw, novel yang peresensi dapat ternyata sudah naik cetakan ke-XII. Ini karya best-seller nan memukau.
            “Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya.” Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit. (Sinopsi, Covel belakang)
           
Novel ini dimulai dengan pernyataan penulis. Penulis melalui sang tokoh memancing emosi pembaca dengan pernyataan nan kuat.  Bahwa sang tokoh tidak memiliki rasa takut, walau setitikpun, tak ada rasa itu di kamus hidupnya.
            “Akan kuceritakan semuanya agar kalian mengerti. Inilah hidupku, dan aku tidak peduli apa pun penilaian kalian. Toh, aku hidup bukan untuk membahagiakan orang lain, apalagi menghabiskan waktu mendengar komentar mereka.” (Halaman 1, Bab-Si Babi Hutan.)
            Pada lanjutan cerita. Penulis mengajak pembaca mengenal tokoh utama, Bujang namanya. Bujang adalah remaja bertubuh besar di sebuah kampung (Talang, didalam novel) pedalaman Sumatera. Bujang merupakan hasil peranakan Samad-bapaknya, dengan Midah-mamaknya, dengan perkawinan yang tidak direstui orang kampung, mereka terpaksa pindah ke Talang ini, hidup berbaur dengan hewan-hewan hutan dan hamparan hutan yang luas. Terusir.
            Saat usia Bujang 15 tahun. Seorang tamu dan saudara angkat Samad datang dari Kota Provinsi. Tauke Muda, begitu Samad memanggilnya. Tauke Muda inilah yang membawa Bujang pergi ke Kota Provinsi setelah banyak pertimbangan dari Mamaknya. Diketahui bahwa semua ini sudah diatur Samad sejak dulu. Pertarungan Bujang dengan Babi Hutan Raksasa, membuka hidup barunya dengan Tauke Muda.
            Keseruan novel ini terus berlanjut. Dengan berbagai macam banyak pertarungan, Penulis berhasil membuat alur nan baik. Dengan alur bolak-balik, cukup sangat membuat cerita menarik. Kehidupan baru dengan Keluarga Tong, keluarga yang menguasai Shadow Economy. Yang dipimpin Tauke Muda.
            Shadow economy adalah ekonomi yang berjalan di ruang hitam, di bawah meja. Oleh karena itu orang juga menyebutnya black market, underground economy. Kita tidak sedang bicara tentang perdagangan obat-obatan, narkoba, atau prostitusi, judi dan sebagainya. Itu adalah masa lalu shadow economy, ketika mereka menjadi kecoa hitam dan menjijikan dalam sistem ekonomi dunia. Hari ini, kita bicara tentang pencucian uang, perdagangan senjata, transportasi, properti, minyak bumi, valas, pasar modal, retail, teknologi mutakhir, hingga penemuan dunia medis yang tidak ternilai, yang semuanya dikendalikan oleh institusi ekonomi pasar gelap. Kami tidak dikenal oleh masyarakat, tidak terdaftar di pemerintah, dan jelas tak diliput media massa….. Kami berdiri di balik bayangan. Menatap sandiwara kehidupan orang-orang. (Halaman 30). Begitulah penulis menjelaskan tentang shadow economy melalui penuturan Bujang.
            Kembali ke masa lalu, saat pertama kali Bujang sampai kekota. Bertemu dengan banyak tukang pukul Keluarga Tong. Basyir dan Kopong salah satunya. Basyir adalah seorang anak muda yang terobsesi menjadi seperti  ksatria penunggang kuda suku Bedouin. Dan Kopong adalah kepala tukang pukul Keluarga Tong. Bujang pun terobsesi ingin menjadi tukang pukul Keluarga Tong.
            Meski begitu, obsesinya luntur, Tauke sudah berjanji untuk tidak melukai Bujang. Harapan itu sirna, bukannya berlatih menjadi tukang pukul keluarga, Bujang malah diminta belajar “bertantung dengan buku-buku tebal” dibimbing Frans, guru asal Amerika. Bujang bosan.
Tauke tetap pada pendirian. Hingga tiba saat kesabarannya hampir habis, Tauke menantang Bujang ikut ritual amok. Ritual itu simpelnya, satu orang melawan puluhan bahkan ratusan petarung. Jika satu orang itu mampu menahan gempuran dalam waktu tertentu, ia menang. Bujang hanya diminta bertahan dua puluh menit. Sayang ia hanya bertahan 19 menit. Ia gagal, sehingga ia tetap harus belajar bersama Frans.
Namun setelah peristiwa amok, ia bisa punya kesempatan belajar bela diri. Selepas belajar dengan buku dan pulpen di siang hari, ia belajar tinju di malam hari. Guru pertamanya adalah Kopong. Komandan tukang pukul Keluarga Tong. Berhari-hari bahkan berbulan-bulan ia berlatih, amat keras. Akhirnya Bujang berhasil meng-KO gurunya itu. Itu artinya latihan tinjunya selesai dan harus berganti guru.
Guru berikutnya adalah Guru Bushi. Asli Jepang, ia adalah salah satu Samurai yang masih tersisa di zaman modern ini. Bersama Guru Bushi Bujang berlatih menggunakan pedang, katana,shuriken, dll. Latihan yang seru bersama mantan ninja yang andal itu. Berbulan-bulan Bujang terus berlatih. Hingga tiba saat Guru Bushi mengatakan cukup. Lantas Bujang berlatih dengan Salonga. Seorang penembak jitu asal Filipina. Dengan guru menembaknya itu ia juga belajar filosofi hidup. Selain berlatih beladiri, Bujang juga terus melanjutkan sekolah. Bujang bahkan mengambil dua master sekaligus di luar negri.
Novel beralur maju mundur ini terus mengajak pembaca menikmati keseruan cerita. Pertarungan demi pertarungan yang mengesankan. Jua perihal ekspansi Keluarga Tong yang perlahan merangkak naik level dari penguasa shadow economy tingkat provinsi menjadi penguasa shadow economy nasional bahkan internasional. Selalu ada intrik menarik di dalamnya.
Hingga di satu titik. Saat Keluarga Tong di puncak kejayaan, pengkhianat muncul. Siapakah pengkhianat itu? Berhasilkah ia melumat kekuasaan Keluarga Tong? Lalu apa maksud pulang dalam novel ini? Kita akan menemukan jawabannya dalam novel keren ini.
Diresensi oleh : Achmad Rifaldo Ini Tulisan Pertama Yak :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar